Menerapkan Growth Mindset

Bagaimana mengajak siswa untuk mempunyai pola pikir berkembang?

Ada dua tipe pola pikir yang dimiliki oleh seseorang yaitu fixed mindset (tetap) dan growth mindset (berkembang). Tulisan saya ini, saya akan membahas bagaimana mengajak para murid untuk mempunyai pola pikir yang berkembang.

Sebelum saya bahas lebih dalam lagi tentang growth mindset, saya akan membahas apa perbedaan fixed mindset dan growth mindset. Kalau kita lihat dari kata-katanya pasti sudah tahu apa perbedaannya.

Fixed mindset merupakan suatu pola pikir yang dimiliki seseorang cenderung bersifat tetap, seperti contoh, seorang murid mendapatkan pengetahuan dari sumber yang mereka percayai, tapi mereka tidak berniat untuk mengembangkan pengetahuan tersebut menjadi lebih baik lagi. Jadi apa yang sudah mereka dapat, yang mereka terima, yang mereka miliki, mereka menolak belajar lebih dalam lagi. Mungkin mereka malu ketika mereka tidak memahami sesuatu, mereka kehilangan percaya diri, mungkin juga mereka takut diejek oleh teman-temannya, jadi kurang termotivasi.

Sedangkan growth mindset, adalah pola pikir seseorang yang selalu berkembang dan cenderung menjadi lebih baik. Murid yang memiliki pola pikir seperti ini selalu percaya dirinya dapat menjadi lebih baik, dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, tidak pernah berhenti untuk mempelajari sesuatu. Murid yang punya pola pikir ini tidak takut akan perubahan, mereka berani keluar dari zona nyaman mereka.

Coba cek video berikut kita belajar dari Carol Dweck dulu yuk!

Dari video tersebut seorang Psikolog terkenal Carol Dweck, berpendapat bahwa murid yang memiliki growth mindset lebih suka tantangan dan selalu mendapatkan kesuksesan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, dan tentunya bila mereka sudah di dunia kerja nanti pasti akan membawa inovasi-inovasi yang menakjubkan.

Nah! Bagaimana sekarang membuat murid mempunyai pola pikir yang berkembang? atau bagaimana mengubah pola pikir mereka dari fixed jadi growth?

Menurut saya ada beberapa cara yang bisa kita terapkan di dalam kelas agar kita bisa mengajak murid kita untuk mempunyai pola pikir berkembang, yaitu:

1. Memberikan pujian atau pendapat dengan saran

Kita sebagai guru merupakan kunci, sudah pasti punya peranan paling penting di dalam kelas, murid semua berharap kepada kita, maka dari itu kita harus berhati-hati dalam bertindak, salah satunya memberikan pujian, pendapat atau saran kepada mereka. Karena pujian atau umpan baik dari seorang guru, sangat berarti untuk murid, secara tidak langsung mempengaruhi cara berpikir mereka. Contohnya ketika murid mengalami kesulitan dan guru mengucapkan kata-kata “kamu sudah bekerja keras! memang cuma itu kemampuanmu.” alangkah baiknya diganti dengan kata-kata berikut “jangan khawatir, jika kamu masih tidak bisa atau tidak mengerti, coba fokus pada langkah selanjutnya, kira-kira langkah apa selanjutnya”. Dengan kata-kata ini mungkin murid akan termotivasi dan berpikir kembali tentang langkah-langkah, kemungkinan untuk mundur dari masalah akan kecil.

satu contoh lagi, misal, murid berhasil mengerjakan sesuatu, guru mengucapkan kalimat “Kerja bagus! Kamu sangat pintar!” sebaiknya diganti kalimat tersebut menjadi “Kerja bagus! Hasil karyamu sangat membantu teman-temanmu! kamu harus membuat karya baik lagi berikutnya!”

2. Menerapkan metode mengajar yang beragam

Menurut Carol Dweck, kalau kita sebagai guru dapat menerapkan metode mengajar yang berbeda-beda akan membantu murid menjadi lebih terampil dalam mengatasi segala tantangan di kelas. Seperti contoh dalam hal menyampaikan konten pembelajaran, mungkin kita bisa memvariasikannya dengan menggunakan video, presentasi dengan desain yang menarik, menggunakan aplikasi seperti kuis-kuis online, menggunakan media bantu seperti robot, lego puzzle, atau alat edukasi lainnya. Ada juga cara yang lain dilihat dari segi proses, seperti berdiskusi kelompok atau secara berpasangan. Guru juga bisa menerapkan model pembelajaran berbasis proyek, ini juga sangat membantu siswa menjadi lebih inovatif. Jadi kita harus kreatif, hindari cara yang monoton dalam mengajar, hanya tes, tes dan tes saja.

3. Menerapkan metode pembelajaran gamifikasi (gamification)

Dengan adanya metode ini, menurut saya dapat meningkatkan motivasi para murid. Guru memberikan sistem poin kepada murid ketika murid berhasil mengerjakan atau memecahkan suatu masalah. Atau bisa juga dalam bentuk Badges. Salah satu aplikasi yang pernah saya pakai classdojo. Aplikasi ini sangat membantu para guru dan juga free, ini yang paling saya suka, gratis tidak berbayar, namun fiturnya sangat bagus kalau menurut saya. Hasil poin atau badge jangan lupa untuk ditampilkan, supaya murid tahu progresnya dan dapat terpacu lagi untuk mengerjakan tantangan berikutnya.

4. Mengajak murid untuk membuat refleksi

Refleksi terhadap pembelajaran yang diperoleh sangat penting untuk dinyatakan oleh para murid. Murid jadi tahu apa yang mereka sudah peroleh dan juga hal yang belum mereka pahami. Guru pun jadi tahu hal apa saja yang murid belum kuasai dan dapat memberikan saran kepada murid, sehingga murid menjadi terbuka dan termotivasi.

5. Tambahkan kata “belum”

Ajarkan murid kita bila mengungkapkan sesuatu hal yang mereka tidak bisa, ganti dengan kata belum. Seperti contohnya, “saya tidak bisa pemrograman” ganti dengan kata “saya belum bisa pemrograman” atau kalimat lain seperti “saya tidak mengerti hal ini” ganti dengan “saya belum mengerti”. Dengan ini akan menjadi lebih positif dan siswa juga akan termotivasi belajar.

Dari kelima cara ini bisa kalian coba, intinya kita sebagai guru harus lebih sering mengeluarkan kata dan kalimat yang positif dan memotivasi mereka, bahasa penyampaian kita dalam mengajar sangat penting. Metode mengajar pun juga harus dilihat, harus bervariasi, kreatif, membuat kelas menyenangkan dan membuat murid jadi semangat belajar. Ajak mereka lebih sering beraktivitas dan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan dunia nyata.

saya juga mau menyimpulkan seorang guru juga harus menumbuhkan growth mindset, berpikiran terbuka, mau menerima saran dan pendapat, dan terus belajar, menambah wawasan.

Sumber referensi: https://www.prodigygame.com/main-en/blog/growth-mindset-in-students

 

Share it!

One thought on “Menerapkan Growth Mindset

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *