Dalam penerapan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) sangat berkaitan erat dengan pembelajaran yang terpusat pada siswa. Seorang guru sebaiknya melakukan metode pengajaran yang efektif dan efisien dalam PjBL ini.
Ada hal-hal yang menyulitkan seorang guru dalam menerapkan PjBL ini, yaitu: (1) merancang proyek yang memungkinkan setiap siswa dapat melihat minat mereka sendiri dan tercemin dalam kurikulum (2) Menerapkan langka-langkah dalam PjBL yang dapat diikuti dan dimengerti oleh siswa tentang proyek apa yang mereka harus kerjakan dan hasilkan dan (3) Membuat siswa tetap termotivasi, terlibat, dan senang mengikuti aktivitas PjBL, dan tentunya masih banyak hal-hal lainnya.
Pada artikel kali ini, kita fokus pada cara membuat siswa tetap semangat, dan selalu terlibat dalam PjBL mulai dari awal sampai proyek dapat terselesaikan. Kita semua tahu bahwa siswa kita tidak selalu berpikiran sama atau memiliki minat yang sama. Ada baiknya sekolah memberikan kesempatan pada guru-guru untuk memberikan proyek yang berbasis pada peminatan siswa, setidaknya satu proyek pada satu semester. Hal ini memungkinkan siswa untuk menyelami lebih dalam topik yang mereka pilih. Guru disini dapat memberikan beberapa pilihan topik proyek kepada siswa seperti: lingkungan hidup, pertanian, kesehatan, teknologi, dan lain-lain.
Penerapan proyek berbasis peminatan ini juga dapat memudahkan seorang guru dalam melakukan PjBL dalam kelasnya. Namun dalam pelaksanaannya juga diperlukan beberapa tindakan agar kelas dapat berjalan dengan baik dan lancar, siswa juga tetap semangat mengikuti proses pembelajaran, berikut adalah hal-hal yang sebaiknya seorang guru terapkan dalam PjBL:
- Mulai dengan “Hook” yang menarik. Istilah hook biasa dikenal juga dalam dunia pendidikan adalah apersepsi. Menurut Mashudi (2009), apersepsi berarti penghayatan tentang segala sesuatu yang menjadi dasar untuk menerima ide-ide baru, atau jika kita lihat arti dari hook adalah pengait, pengait untuk menuju mata pelajaran inti (Maskum, 2014). Hook yang baik itu harus direncanakan dengan baik supaya bisa memotivasi siswa, membangkitkan rasa ingin tahu dan minat siswa. Seperti membuat koneksi antara siswa dengan proyek yang akan dibuat, bisa juga memberikan driving question (DQ) kepada siswa dan mengajak siswa untuk membuat pertanyaan-pertanyaan terkait dengan proyek mereka.
- Menelusuri Konsep Utama. Pastikan dalam langkah ini, siswa mengerti konsep dari proyek yang mereka pilih, dengan mengajak siswa mengindetifikasikan konsep dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan DQ dan pertanyaan esensial lainnya. Pelajari konsep utama dengan identifikasi kesulitan-kesulitan yang siswa akan hadapi dalam pengerjaan proyek, mengingat pengetahuan baru mereka tentang konsep tersebut, kemungkinan siswa membutuhkan bantuan Guru, Guru harus terus mendampingi siswa.
- Belajar dari Para Ahli. Sekarang setelah siswa mengetahui masalah yang ingin mereka selesaikan, mereka dapat belajar dari para ahli di bidangnya. Siswa dapat mulai dengan melakukan riset para ahli yang dapat membantu dan mempunyai pengalaman untuk memecahkan masalah serupa. Setelah mereka menentukan para Ahli yang mereka ingin hubungi, Guru dapat membantu melihat profil Ahli ini apakah cocok dengan topik proyek. Jika cocok, guru dapat membantu mengundangnya ke sekolah atau mengajak siswa untuk berkunjung menemui para ahli tersebut.
- Mengembangkan Solusi yang Penting. Sesudah siswa bertemu dan berdiskusi dengan para Ahli, siswa biasanya sudah dapat memperkirakan solusi apa yang cocok untuk memecahkan masalah dalam proyek mereka. Salah satu untuk mengembangkan solusi dengan melakukan CTA (call to action). tindakan ini seringkali dilakukan dalam kegiatan marketing, mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu. Tindakan ini bisa dilakukan oleh siswa, setelah siswa mendapatkan solusi, siswa bisa membuat suatu tulisan atau video sebagai ajakan untuk menerapkan solusinya, seperti mengajak melakukan daur ulang, menggunakan teknologi, menggunakan media sosial dengan bijak, dan sebagainya.
- Menjelaskan Solusinya kepada Publik Mengajak siswa untuk mempresentasikan hasil proyeknya ke publik. Guru dapat membuat pameran kecil di sekolah, mengundang para tamu dan orang tua untuk menunjukkan hasil proyeknya. Hasil proyek akhir yang siap dipamerkan bisa diistilahkan dengan produk publik. Cara ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dan merupakan kebanggaan tersendiri, selain dapat pujian dari para tamu, Guru harus memberitahukan siswa untuk berani mengajak para tamu yang melihat hasil karyanya untuk menggunakan solusi yang dihasilkan. Ada kemungkinan juga siswa mendapatkan saran dan umpan balik dari para tamu undangan, sehingga kedepannya solusi dapat dikembangkan menjadi lebih baik.