Terobosan Presiden Prabowo: 165 Sekolah Rakyat Gratis Diluncurkan, Membawa Harapan Memutus Rantai Kemiskinan
Jakarta – Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah meluncurkan sebuah inisiatif monumental yang diberi nama Sekolah Rakyat (People’s School). Program ini merupakan langkah strategis yang didesain untuk memutus siklus kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui akses terhadap pendidikan yang berkualitas. Dalam tahun pertama masa pemerintahannya, total 165 sekolah percontohan telah resmi beroperasi di bawah koordinasi Kementerian Sosial (Kemensos), bahkan melampaui target awal 100 sekolah yang ditetapkan.
President Prabowo Subianto inspects the free nutritious meal roll out in Kedung Jaya 1 elementary school in Bogor on Feb. 10, 2025. (Photo Courtesy of Presidential Press Bureau)
Sekolah Asrama Gratis: Solusi Pendidikan Total
Konsep Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berbasis asrama (boarding school) yang sepenuhnya gratis. Ini artinya, segala kebutuhan siswa – mulai dari makanan bergizi, seragam, akomodasi, hingga biaya operasional lainnya – ditanggung penuh oleh negara. Program ini secara spesifik menargetkan anak-anak dari keluarga yang terdaftar dalam kategori miskin dan sangat miskin. Penerima manfaat dipilih berdasarkan data dari Sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), memastikan bantuan ini tepat sasaran. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan amanat langsung dari Presiden, yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Penanggulangan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. "Mandat Presiden kepada Kementerian Sosial melalui instruksi ini adalah pembentukan Sekolah Rakyat. Beliau percaya bahwa siklus kemiskinan harus diputus, dan jalan untuk melakukannya adalah melalui pendidikan," tegas Agus Jabo di Jakarta.Visi Presiden: Kesempatan untuk Semua Anak Bangsa
Dalam pesannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab mutlak untuk memastikan setiap anak, tanpa memandang latar belakang keluarga, memiliki akses dan kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka. "Beliau mengatakan, jika seorang ayah berprofesi sebagai pemulung, anaknya tidak harus mengikuti jejak yang sama. Jika ayahnya adalah pengemudi becak, anaknya tidak perlu menempuh jalan yang sama. Merupakan tanggung jawab negara untuk menjangkau anak-anak ini," ujar Agus, menggarisbawahi filosofi di balik program ini.Target Ambisius: 500 Sekolah Permanen pada 2029
Saat ini, 165 sekolah percontohan masih memanfaatkan dan merevitalisasi fasilitas pemerintah yang sudah ada (milik Kemensos, pemerintah daerah, dan kementerian lain). Namun, rencana ambisius jangka panjang telah disiapkan. Tahap berikutnya akan dimulai pada November 2025, yakni pembangunan fasilitas sekolah permanen. Setiap kompleks Sekolah Rakyat direncanakan berdiri di atas lahan seluas 8,2 hektar. Fasilitas permanen ini diharapkan mulai beroperasi pada Juli 2026, di mana para siswa dari sekolah percontohan akan dipindahkan ke kampus-kampus baru tersebut. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat secara nasional pada tahun 2029, dengan tujuan utama agar setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia memiliki setidaknya satu institusi pendidikan gratis berkualitas tinggi ini. Program Sekolah Rakyat diposisikan sebagai pilar utama pemerintah dalam upaya menciptakan kesetaraan kesempatan dan mewujudkan cita-cita bangsa untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem.Referensi: Artikel Prabowo Launches 165 Free Boarding Schools to Break Indonesia’s Cycle of Poverty dari Jakarta Globe.